Komitmen

Sumber: http://statik.tempo.co/data/2014/05/11/id_288384/288384_620.jpg
Sumber: http://statik.tempo.co/data/2014/05/11/id_288384/288384_620.jpg

Minggu, 11 Mei 2014 Wall’s Indonesia mengadakan bagi-bagi es krim gratis di beberapa kota besar di Indonesia. Peminatnya begitu membeludak hingga berdesak-desakan. Pasca acara, timbul beberapa masalah seperti kotor, area yang rusak khususnya taman, hingga kemacetan parah.

Penyelenggara dituding menjadi penanggung jawab atas kekacauan dan kerusakan yang ditimbulkan. Benarkah ini sepenuhnya salah penyelenggara?

Sebelumnya, saat saya mendapat info tentang acara ini, saya sudah membayangkan bagaimana acara akan berlangsung dan bagaimana banyaknya pengunjung yang hadir. Masyarakat Indonesia pada umumnya suka akan hal-hal gratisan (freebies) dan juga diskonan. Apapun akan dilakukan demi mendapatkan barang gratis atau promo, meski secara logika yang mereka keluarkan untuk mendapat gratisan atau diskonan bisa jadi lebih besar ketimbang nilai barang tersebut.

Masyarakat Indonesia pada umumnya keras kepala, masa bodoh, dan bila tidak diatur akan merasa bebas untuk memenuhi area yang ada termasuk menerobos area-area yang dilarang dimasuki. Antri bukan menjadi kultur yang mengakar kuat di masyarakat. Survival for the fittest lebih umum terjadi di berbagai kesempatan.

Lihat setiap tahun pada saat pembagian zakat, sumbangan, atau apapun yang gratis, selalu dipenuhi oleh orang. Beberapa kejadian mengakibatkan luka hingga kematian karena berdesakan. Pun ketika di awal disusun barisan antrian, begitu uang atau gratisan mulai dibagikan, orang-orang menjadi kalap dan beringas, berdesakan untuk bisa meraihnya.

Seusai acara, sampah pasti terlihat berserakan. Sekalipun ada tempat sampah, pengunjung tak mau repot-repot mencarinya. Sampah dibiarkan saja tergeletak di mana-mana, dari sampah kering hingga sampah basah. Tak heran tempat yang semula kering dan indah menjadi hancur berantakan setelah digunakan acara massal.

Saya menyimpulkan solusi dari hal ini semua menjadi satu kata: komitmen.

Komitmen ini melibatkan 3 pihak: penyelenggara, pemberi izin, dan pengunjung.

Secara mudah, komitmen ini bisa diwujudkan dalam bentuk: tiket masuk. Penyelenggara mengutip uang dari tiket masuk sebagai parameter berapa banyak pengunjung yang masuk, mempertanggung jawabkan berapa jumlahnya pada pemberi izin, serta menjadi seleksi bagi pengunjung.

Dengan membayar tiket masuk, pengunjung wajib tunduk pada ketentuan penyelenggara. Sebaliknya, penyelenggara wajib memberikan fasilitas yang memadai untuk pengunjung termasuk untuk area istirahat, tempat sampah, toilet umum, serta fasilitas lainnya dengan rasio jumlah yang sepadan dengan jumlah tiket yang dikeluarkan.

Yang saya tulis di atas sebenarnya prinsip umum dari penyelenggaraan acara. Semua EO atau penyelenggara pasti lebih detail. Namun saya ingin menggaris bawahi mengenai komitmen yang mesti dilakukan oleh semua pihak. Tak bisa hanya satu atau dua pihak saja.

Komitmen mampu menciptakan ketertiban. Tanpa adanya komitmen, maka masing-masing pihak bisa berlaku semaunya sendiri.

Sebagai bahan renungan bersama:

– Masyarakat Indonesia belum punya kesadaran untuk tertib. Ini mengacu ketiadaan budaya dan kebiasaan tertib yang mengakar;
– Kondisi yang tidak nyaman mendorong orang untuk mempertahankan diri masing-masing: “yang penting saya dapat bagian saya, masa bodoh dengan yang lain”
– Penyelenggara acara harus lebih peka dalam menyelenggarakan acara, kepada siapa acara tersebut dituju. Semakin masif dan umum acara dibuat, harus semakin detil dan rapat penjagaannya agar tetap terjaga ketertibannya. Kecuali tujuannya adalah bunuh-bunuhan massal.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s