now!vember

nowvember-648x372

Semua hal bisa berubah, termasuk kebiasaan. Saya yakin prinsip 21 hari: barangsiapa membiasakan melakukan hal yang sama secara rutin dan terus menerus selama 21 hari, maka itu akan menjadi kebiasaan selamanya.

Begitu banyak hal negatif yang memengaruhi pikiran dan akhirnya menurunkan produktivitas, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. Akibatnya saya cenderung menyalahkan hal lain, atau melempar tanggung jawab yang semestinya saya pegang. Saya berpikir dunia tidak adil, kantor tidak adil, waktu tidak adil. Padahal semua kembali ke saya sendiri.

now!vember adalah proyek untuk diri saya sendiri untuk mengubah cara berpikir tersebut. Saya memaksa diri saya melakukan hal yang bisa segera untuk dilakukan. Do it now, talk later. Kurang lebih begitu prinsipnya. Hal ini saya berlakukan untuk semua aspek kehidupan saya: pekerjaan, pribadi, relasi, dan sebagainya.

Now!vember menjadi refleksi bagaimana saya memotivasi diri sendiri, sekaligus bereksperimen dengan manajemen waktu.

Hal yang mengejutkan, ternyata gagasan saya digaungkan oleh The Unlearn, padahal awalnya hanya berbagi lewat group di Facebook. Tentu saja hal ini membuat tanggung jawab moral yang lebih besar bagi diri saya. Setidaknya, saya harus menyampaikan perkembangan dan kemajuan serta bagaimana hasilnya.

Di akhir periode now!vember saya mengevaluasi apa yang telah saya rasakan setelah lewat hari ke 21. Tekad saya untuk melakukan dan menyelesaikan berbagai hal masih dikalahkan oleh faktor naluri alamiah (mengantuk, sakit, lelah, dsb). Namun perasaan bersalah kalau saya tidak menyelesaikan hal itu lebih mendera, sehingga pada akhirnya saya kerjakan juga hingga tuntas. Beberapa hari terakhir saya merasakan kebiasaan saya mulai berubah dari yang malas menjadi lebih rajin, setidaknya tidak menunda-nunda.

Tidak hanya kemajuan yang baik yang saya rasakan. Dampak negatifnya pun ada. Karena saya tidak memilah-milah hal, maka manajemen waktu saya berantakan dan belum rapi. Setiap hari saya harus lembur untuk menuntaskan pekerjaan agar tak ada yang tertunda. Semua email dibalas dan setiap surat dibaca agar tak terlewat isi pesannya. Namun khususnya email, saya pun mendapat efek positif yaitu komunikasi lebih lancar tanpa berasumsi. Dulu saya berasumsi penerima email mengerti apa yang saya maksud dan melakukan yang semestinya dilakukan sehingga tak perlu dimonitor. Kini saya terbiasa mengecek lagi bila ada yang belum membalas email saya, siapa tahu email terselip dan belum terbaca.

Sebagai penutup, proyek now!vember ini murni eksperimen pribadi saya, dengan harapan saya bisa berubah dari yang pemalas menjadi lebih rajin. Bila proyek ini dapat menginspirasi orang lain, itu adalah kehormatan bagi saya. Selanjutnya, saya akan mencoba bereksperimen dengan topik “work smart, not work hard”. Semoga bisa direalisasi dalam waktu dekat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s