Review Komik Grey & Jingga

So sweet isn't it?  © Sweta Kartika
So sweet isn’t it?
© Sweta Kartika

Ketika kita jatuh cinta, daya imajinasi kita melesat tinggi. Tiba-tiba kita menjadi melankolis, dramatis, terkadang hiperbolis. Kita juga mendadak mahir dalam berkode, berharap pasangan kita sedemikian cerdas sehingga memahami kode yang kita ciptakan.

Sweta Kartika dengan cara yang mudah dimengerti, mewujudkan pengalaman dan kisah yang dialami oleh kita semua dalam cerita yang manis, sehingga bisa dinikmati oleh siapapun. Grey & Jingga adalah komik yang berkisah tentang relasi Grey, Jingga dan teman-teman di sekitarnya.  Karakter Grey yang kurang ekspresif membuat penasan Jingga yang naksir padanya tetapi jaim setengah mati. Di samping Grey & Jingga, ada beberapa karakter protagonis dan antagonis yang mendapat porsi kemunculan yang cukup baik, tidak sekedar lewat saja. Lihat relasi Zahra dengan Dharma yang harmonis dan menjadi pendukung sahabat-sahabatnya. Martin, Fani, dan Nina yang menjadi bumbu romantisme memunculkan dinamika cerita, ada konflik, ada resolusi, dan akhirnya semuanya belajar menjadi lebih dewasa. Saya memilih menggunakan kata “relasi” karena memang dalam ceritanya tidak hanya tentang “pacaran”. Juga kehadiran tokoh free man “Zaki” menambah semarak cerita Grey & Jingga.

Komik ini pertama kali muncul di Facebook Sweta pada Oktober 2012, berjalan hingga Januari 2014. Awalnya dibuat dari keisengan mengomikkan curhat dengan kode #nomention; sebuah konsensus bagi mereka yang ingin menyindir tetapi enggan berterusterang. Grey & Jingga dengan tepat dan jitu menohok mereka yang sulit berterus terang dengan pasangan atau gebetan.

 

Akuilah kita sering mengalaminya (maaf, bukan buat jomblo ting ting). © Sweta Kartika
Akuilah kita sering mengalami #jleb
© Sweta Kartika

Grey & Jingga dibuat seperti komik 5 kolom yang sederhana sehingga semua orang bisa menangkap pesan pengarang dengan lebih gamblang. Tokoh-tokoh yang hadir seperti Grey, Jingga, Dharma, Zahra, Nina, dan lainnya seolah diambil dari kisah nyata. Tokoh rekaan ini hidup dan menjadi hidup di pembacanya. Tak sedikit yang bertanya, di manakah mereka kuliah, di mana tinggalnya, seolah mereka hidup seperti manusia pembacanya.

Setelah satu tahun berjalan dan mendapat respon yang luar biasa di Facebook, begitu banyak yang berkomentar dan berbagi, maka Grey & Jingga dibukukan oleh Koloni dengan judul lengkap Grey & Jingga: The Twilight. Inilah wujud dari kekuatan media sosial terhadap industri kreatif seperti komik: menciptakan pasar yang akan menyerap komik tersebut, tanpa perlu promosi yang berlebihan. Hasilnya, komik Grey & Jingga masuk cetakan kedua pada tahun yang sama diterbitkan. Ini juga menepis anggapan bahwa mencetak komik itu rugi, apalagi sebelumnya ada versi digitalnya.

Selain muncul di Facebook dan buku komik (beberapa cerita hanya muncul di buku komik), juga muncul album soundtracknya (yang diproduksi secara swadaya dan menjadi bagian tak terpisahkan dengan komik) beserta berbagai merchandise seperti poster, stiker, t-shirt, dan yang terbaru yang muncul di PopCon Asia 2014 adalah side story berjudul Coffee 42 yang memuat relasi Grey & Jingga seperti menceritakan kisah di sebuah kafe. Juga prekuel (saya menyebutnya prekuel karena bersetting sebelum komik yang pertama) singkat, bagaimana Grey & Jingga bertemu pada masa kecil dalam cerita “Twinkle“. Coffee 42 diterbitkan secara swadaya, terpisah dengan Grey & Jingga dan menjadi collectible item tersendiri.

Sosok Sweta sebagai komikus muda cukup fenomenal di kalangan industri kreatif sebagai salah satu komikus yang disiplin dan produktif. Sweta mematahkan mitos di masyarakat bahwa komik hanya untuk anak-anak dan tak bisa diseriusi menjadi mata pencaharian. Sweta dan banyak komikus muda Indonesia masa kini ingin mengembalikan kejayaan komik Indonesia pada masa lampau: masyarakat Indonesia bangga terhadap komik Indonesia.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s