Review Komik Battle: Archfriends Comic Compilation Volume 0

Evernote Camera Roll 20141001 094236
Gambar diambil dari Archie The Red Cat

Pada perhelatan PopCon Asia 2014 bulan September lalu, saya bertemu dengan banyak komikus yang selama ini hanya saya simak komiknya baik dalam bentuk buku komik dan juga melalui media sosial. Salah satu komikus yang saya kenal sudah lama berkiprah di dunia komik adalah Archie The Red Cat. Beliau sudah mengomik sejak tahun 2000an, dimana komik Indonesia masih bergerilya dan berjuang mati-matian agar naskahnya diterima oleh Elex Media Komputindo sebagai penerbit komik yang terbesar di Indonesia kala itu. Saya pernah punya komik berjudul Scarlet yang dibuat oleh Archie The Red Cat bersama dengan Petshop Studio.

Saya juga mengenal seorang Azisa Noor yang komiknya selalu membuat saya tercengang oleh permainan kuas dan cat lukisnya, seolah saya membaca sebuah lukisan, bukan sekedar komik. Gambarnya berkesan teduh dan terasa lebih membumi. Tak disangka ternyata saya menemukan mereka berdua membuat sebuah komik kompilasi berjudul Battle. Mereka tergabung dalam sebuah grup komikus dengan nama Archfriends. Battle adalah debut pertama Archfriends yang diberi kode Volume 0.

Saya belum pernah mendapat teaser mengenai komik kompilasi ini, sehingga ketika saya memutuskan membeli, merupakan surprise buat saya. Archfriends terdiri dari Archie The Red Cat, Azisa Noor, Rama Indra, dan Marwan Islami (Ai). Terus terang saya belum familiar dengan dua nama terakhir, tetapi saya nggak meragukan lagi dua nama pertama yang sudah saya kenal sebelumnya sehingga saya yakin komik kompilasi ini pasti oke.

Prediksi saya tepat.

Nampaknya Archfriends serius menggarap komik kompilasi ini dengan tidak sekedar memunculkan kompilasi yang “yang penting nyambung tema”, tetapi sebenarnya adalah masterpiece dari masing-masing komikus yang dikumpulkan menjadi satu buku.

Battle sebagai tema komik kompilasi tersebut mengetengahkan bagaimana manusia menghadapi pertarungan, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Beberapa karya mengambil bagian dari kehidupan manusia sehari-hari, sehingga seolah nyata, seperti halnya kita sendiri yang mengalaminya. Empat cerita di dalamnya tidak diberi judul secara spesifik, tetapi menggunakan satu nama yang digunakan sebagai tema: Battle. Keempatnya menggunakan pendekatan dan cerita yang berbeda sehingga Battle  menjadi berwarna.

Salah satu keunikan Battle adalah sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris, sehingga dapat dinikmati oleh siapapun, termasuk pembaca di luar Indonesia. Komik kompilasi yang rencananya terbit setahun sekali ini layak menjadi bagian dari koleksi buku komik sebagai khazanah komik lokal Indonesia. Battle diterbitkan secara swadaya oleh Archfriends.

Bila Anda tertarik dapat menghubungi Archfriends. Mari kita dukung komik lokal dengan membelinya.

End note: Menurut Archie The Red Cat, akan muncul Archfriends Volume 1 tahun depan. Mari kita tunggu kehadirannya!

Advertisements

Review Super Asu vs Little Cunt

Cover Komik
Maskulin vs Feminin

Komik karangan K. Jati ini diikutsertakan dalam Festival Komik Fotokopi yang diselenggarakan pada Bienalle Yogyakarta tahun 2013 yang lalu. Sebagai peserta dalam Festival Komik Fotokopi, format komik ini adalah dalam bentuk hitam putih seperti halnya komik fotokopian. Menggunakan kertas HVS A4 yang dibagi dua dan dijilid sebanyak 34 halaman.

Super Asu vs Little Cunt merupakan seri Radical Comic volume 2.5. Seri Radical Comic ini tidak diedarkan secara umum. Festival Komik Fotokopi adalah salah satu wahana selain menggunakan japri untuk mendapatkan komik ini.

Isi Super Asu
Kekuatan boleh super, tapi kostum tetap cotton combed

Sebagai bagian dari Radical Comic, Super Asu vs Little Cunt mengangkat isu yang biasa dengan penyajian yang tidak biasa. Tema yang ditampilkan adalah anti hero, yang alih alih membela kebenaran, malah memeras pelajar dan menelanjangi tokoh lawan yang digambarkan sebagai tokoh yang baik, yaitu Little Cunt.

Anda akan banyak menjumpai sumpah serapah dan juga alat kelamin bertebaran di komik ini, disamping aksi kekerasan yang brutal dan sadis ditambah fan service saat Super Asu menelanjangi Little Cunt. Alur ceritanya sederhana, sang tokoh utama mengeluh pada perannya sebagai super hero akhirnya memutuskan untuk memalak pelajar yang sedang tawuran. Di tengah aksinya dihadang oleh Little Cunt. Pertempuran tak seimbang pun tak terelakkan. Little Cunt yang sangat kuat melawan Super Asu yang mesum namun berhasil menarik perhatian media massa dengan aksinya merobek-robek kostum Little Cunt.

K. Jati membubuhkan aksen Jawa pada komik ini dengan penamaan, umpatan, dan juga sound effect berbahasa Jawa. Namun, keunggulan dari komik ini adalah penggunaan bahasa Jawa umumnya dan seperti yang kita tahu, masyarakat Indonesia sudah familiar dengan umpatan-umpatan berbahasa Jawa, sehingga komik ini terbilang bisa dinikmati oleh khalayak Indonesia.

Super Asu vs Little Cunt tidak akan bisa ditemukan di toko-toko buku. Komik ini bisa diminta pada sang pengarang dengan mengganti ongkos fotokopi dan ongkos kirim*

(*) kalau si pengarang masih mau ngopiin komiknya