Review Pomade Layrite Superhold

Pomade beraroma srikaya
Pomade beraroma srikaya

Tampil dandy dan rapi itu sebenarnya pilihan. Ada sebagian orang yang nyaman dengan tampilan rapi klimis yang dipadu padankan dengan pilihan busana kasual dan formal. Dan itu termasuk saya. Terlebih ketika saya banyak beraktivitas di luar ruang, pomade yang tepat akan menjaga rambut tertata rapi, tetap pede, dan juga nyaman.

Layrite sebagai salah satu brand pomade yang berasal dari Negeri Paman Sam memiliki beberapa varian pomade. Buat saya hanya satu variannya yang paling cocok: Layrite Superhold.

Pertama kali saya mencoba pomade tahun lalu dengan Layrite Superhold. Selain aromanya oke, mudah dicolek dan diratakan, juga mudah dibilas karena sifatnya yang water-based. Ini membuat saya lebih mudah menjaga rambut dan merawatnya, nggak sekedar menata dan merapikan.  Sayapun mem-bookmark Layrite Superhold sebagai salah satu recommended pomade.

Aplikasi pertama kali saya lakukan pada rambut dengan potongan mullet. Saat itu hasilnya nggak sangat rapi, tapi saya puas. Rambut tetap pada tempatnya setiap saat, setidaknya dari pagi hingga sore pulang kantor. Setelah rambut mulai memanjang, saya mencoba cukur di barber dan ternyata barber shop nya pun menggunakan Layrite. Terakhir kali saya cukur di Barber Bros dan mereka pun menggunakan Layrite. Sepertinya cukup banyak barber shop yang memilih Layrite sebagai pomade mereka.

Dari beberapa water-based pomade, saya puas dengan Layrite Superhold. Selain produknya tidak berubah meski sudah dibuka dalam waktu lama, juga aroma dan daya set nya baik. Dari aspek harga bisa dibilang menengah (sekitar Rp 200 ribuan), namun dengan kemasan yang cukup besar untuk digunakan sebagai men’s supply selama lebih dari 1 bulan (untuk penggunaan 2-3 kali seminggu).

P.S.: Thanks to bro Eldrian & bro Satryo yang mengenalkan saya pada Layrite

Advertisements

Review Slick Boy Deluxe Pesona Pantura

Hati-hati tertukar sama white chocolate
Hati-hati tertukar sama white chocolate

Pomade sedang digandrungi oleh kawula muda masa kini. Dulu para kakek dan bapak kita menggunakannya, kini kita teruskan tradisinya.Pomade yang saya ulas kali ini adalah pomade yang diklaim dibuat dari bahan-bahan alami sehingga aman bagi rambut. Slick Boy Deluxe yang diproduksi di Bali, di bawah naungan xRMBLx, yang dipopulerkan oleh JRX, drummer band Superman is Dead. Beliau pun salah seorang pengguna pomade.

Pesona Pantura adalah satu dari dua varian pomade Slick Boy Deluxe. Varian lainnya bernama Romansa Supir Truk. Saya belum dapat informasi bagaimana sejarahnya hingga dinamai demikian, namun yang jelas produk pomade ini cukup dikenal di kalangan pecinta pomade.

Pomade ini keras. Mencoleknya butuh tenaga ekstra, dan mengaplikasikan ke rambutnya puny diperlukan teknik supaya tidak menggumpal. Aroma pomade kental dengan wangi vanilla. Hindari pengaplikasian pomade saat kondisi lapar. Bisa-bisa pencolekan mendarat di bibir, bukan di rambut.

Teknik yang tepat untuk pengaplikasian adalah mencolek secukupnya dulu, tekan dengan kedua telapak tangan sambil diusap-usapkan, begitu sudah merata baru diusapkan di rambut. Gunakan sisir yang kuat dengan dilumuri air. Cuci dan bilas tangan dengan sabun pencuci piring agar tangan bersih dari minyak pomade.

Daya tahan pomade ini baik, tahan di indoor maupun outdoor. Malah bisa dibilang terlalu baik karena meskipun nantinya kita bilas rambut, akan ada pomade yang tersisa. Dibutuhkan beberapa kali cuci rambut agar benar-benar bersih. Daya set sedang, karena bila kita banyak aktivitas gerak, tatanan rambut bisa berubah, namun kilap cukup terjaga.

Pomade ini bisa didapatkan di toko xRMBLx dan yang bekerja sama (umumnya distro). Dengan desain klasik, packaging Pesona Pantura layak menjadi koleksi.

P.S.: review pomade tidak mencakup foto hasil aplikasi di rambut. Silakan mengeksplorasi sendiri sesuai dengan imajinasi pembaca.